10 Contoh CV yang Salah dan Harus Dihindari dari Sekarang!

10 Contoh CV yang Salah dan Harus Dihindari dari Sekarang!

Tuesday, 17 September 2019

Sudah betulkah lampiran kerja Anda? Hati-hati, jangan sampai masuk ke dalam kategori contoh CV yang salah di bawah ini! Ada banyak risiko jika resume tersebut keliru, mulai dari gagal lolos tahap seleksi kerja hingga menurunkan reputasi diri. Mari pahami bersama-sama di sini!

10 Contoh CV yang Salah dan Harus Dihindari dari Sekarang!

Secara garis besar, Curriculum Vitae (CV) adalah lampiran riwayat hidup serta dokumen menyangkut pengalaman kerja dan aktivitas terkait lainnya. CV dirangkum dalam satu hingga dua lembar kertas, dikemas sesuai kebutuhan terkait diri kita yang paling terbaru.

Sejak awal, melihat contoh CV yang tersebar di internet dan sejumlah platform desain amatlah penting agar kita tidak salah kaprah. Apalagi, banyak sekali kesalahan yang sering diperbuat dan selama ini tak menyadari hal tersebut. Sebelum terlambat, yuk catat poin-poin berikut!

10 Contoh CV yang Salah dan Keliru


1. Abai Update CV Lama

Jika Anda belum memperbarui CV dalam beberapa bulan atau bahkan bertahun-tahun, segera update dari sekarang. Bagaimanapun, resume yang lebih segar dan terbarukan bakal dilirik oleh perusahaan. Itu juga menjadi bukti bahwa kita peduli dengan diri sendiri, ya ‘kan?

2. Kaku dan Standar

Banyak pencari kerja bersalah atas hal ini. Contoh CV yang salah adalah terlalu standar, kaku dan tidak menyelipka unsur kreatif di dalamnya. Hal serupa juga berlaku jika Anda melamar pada perusahaan yang tidak cocok dengan pengalaman serta kemampuan diri saat ini.

3. Menulis Lebih dari 2 Halaman

Aturan ini akan membantu menjaga CV Anda tetap spesifik untuk peran pekerjaan. Selain itu, jangan mencoba untuk menipu aturan dua halaman dengan membuat font sangat kecil. Perlu dicatat, pihak HRD biasanya bakal melakukan secara ketat mulai dari lampiran lamaran kita.

4. Ada Kesalahan Ejaan dan Typo

Contoh CV yang salah berikutnya terdengar sepele namun amatlah penting. Sering abai dalam memeriksa kata-kata dalam resume? Awas, jangan sampai ada kesalahan ejaan alias typo! Periksa kembali dari awal. Fatal lho, apalagi jika Anda melamar sebagai seorang penulis.

5. Terlalu Luas dalam Menjelaskan

Jangan membuat pernyataan terlalu luas tanpa pengalaman atau kualifikasi untuk mendukungnya. Perusahaan tidak mencari Anda untuk menjelaskan semua yang pernah dilakukan. Sebagai gantinya, sertakan elemen kunci yang menunjukkan kekuatan Anda saat ini.

6. Mengabaikan Prestasi Kerja Terdahulu

Optimalkan CV untuk menjabarkan prestasi-prestasi kerja yang pernah diraih di perusahaan sebelumnya. Tak salah juga jika Anda membeberkan tugas-tugas dari kantor terdahulu, namun utamakan penjelasan soal pencapaian gemilang terdahulu. Ya, ini adalah nilai jual yang penting!

7. Memakai Kata-kata Klise

Siapapun dapat menulis 'bekerja keras' atau 'bekerja dengan baik dalam tim' dalam resume. Jika Anda hendak memakai kata-kata tersebut, pikirkan ulang dari sekarang. Setidaknya berikan penjelasan lebih lanjut tentang makna ‘bekerja keras’ dan kalimat sejenis lainnya agar lebih kuat.

8. Desain yang Buruk

Layout harus selalu menjadi tahap kedua dari konten. Beda kasus jika Anda melamar sebagai desiner, mengingat keahlian Anda justru perlu terlihat sejak pertama membuat CV. Tak usah terlalu heboh, contoh CV yang enak dilihat haruslah hadir secara minimalis namun lengkap.

9. Rincian Kontak Tidak Benar

Pastikan detail kontak Anda benar dan mutakhir sebelum mengirimkan CV. Selain itu, jangan sertakan alamat email yang tidak pantas. Jika tidak tampak profesional, buatlah akun baru dan gunakan untuk keperluan formal dari sekarang agar terpakai dalam jangka waktu lama.

10. Menyertakan Referensi Palsu

Referensi adalah cara terbaik untuk menambahkan beberapa nilai nyata dalam CV. Jika Anda tidak memilikinya, jangan buat versi Anda sendiri alias mengarang karena perusahaan bakal mengontak nomor tersebut. Bisa gawat ‘kan, kalau kontaknya tidak valid?

                                                                          ***
Itu tadi contoh CV yang keliru, salah dan sering terjadi. Apakah Anda salah satunya? Segera benahi resume dengan apik dari sekarang sebagai bentuk kepedulian terhadap karier diri sendiri. Selamat mencoba!